Selasa, 19 November 2013

MK Pintar tapi Licik atau MK Bodoh tapi Jujur



Jika MA (Mahkamah Agung) dan akhirnya disusul oleh MK (Mahkamah Konstitusi) sudah mencemari namanya sendiri, siapa lagi yang bisa dipercaya, apakah hanya KPK , yang berarti negara kita yang luas ini banyak dihuni orang-orang yang tidak bisa dipercaya.
 Presiden SBY menangggapi  kasus tersebut “Saya melihatnya kasus hukum,tegakkan secara hukum. Jangan dicampuradukkan dengan politik. Saya yakin penegak hukum tahu mana yang yang hukum dan mana yang politik.” Dari pernyataan itu saja, kita bisa tahu ketua MK bukanlah orang bodoh, begitu pula dengan koruptor-koruptor lainnya.  Mereka semua orang pintar, Lalu kenapa mereka korupsi? Apakah semua orang pintar cenderung untuk berbuat licik dan akhirnya kita harus memilih orang bodoh tapi jujur ataukah ada yang salah dengan pembelajaran kita selama ini?
Dari kecil kita diajarkan dan dimotivasi untuk menjadi orang pintar agar kelak menjadi orang yang bermanfaat. Tapi kemudian akhirnya banyak orang cenderung pada kepentingan akalnya saja hingga kepentingan moralnyapun agak tersingkirkan, mereka berfikir “Kalau pintar, pasti sukses lah..”
Baiklah, perlu diketahui sukses disini mempunyai makna yang ambigu. Sukses dalam mensejahterakan diri dan rakyatnya ataukah sukses dalam mensejahterakan dirinya saja? Sedangkan sukses yang berarti sukses sebenar-benarnya adalah Sukses yang tidak hanya bermanfaat pada dirinya tapi juga untuk yang lainnya, bukan malah menyengsarakan yang lainnya.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyandingkan pembelajaran otak dengan pelatihan moral yang baik guna mendapat kesuksesan yang sebenarnya. Perlu diketahui pula, politik itu tidak kotor.
Di Indonesia, orang-orang yang bergelut dalam politik itu saja yang kebanyakan kotor. Indonesia diibaratkan dengan kolam yang besar tapi sangat kotor. Untuk membersihkannya, kita tidak bisa turun kekolam tersebut mengambil lalu membuang kotoran-kotorannya. Karena kita akan ikut kotor. Tapi yang harus kita lakukan adalah menyalakan keran yang mengalirkan air bersih sederas-derasnya hingga kotoran tersebut keluar dari kolam. Siapakah air bersih tersebut? Mereka adalah generasi-generasi yang tidak memikirkan bagaimana menjadi pintar saja, tapi bagaimana menjadi pintar dan bermoral baik.

Siti Aminah
Mahasiswi HI A
UMM Malang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar